Logo InfoBroilerInfoBroiler
Harga Pasar

Rekap Harga Ayam Broiler Minggu 2 September 2026: Tren Turun Berlanjut, Rebound Tipis di Akhir Pekan & Kaltim Jatuh Tajam

Tim Riset Pasar InfoBroiler
Grafik tren harga ayam broiler minggu kedua September 2026 menunjukkan penurunan dari Rp 25.447 ke Rp 25.179 per kilogram dengan pola rebound tipis di akhir pekan

Ringkasan Pasar Minggu Ini

Harga ayam hidup (livebird) di tingkat kandang (farm gate) selama minggu kedua September 2026 terpantau masih melanjutkan tren turun dari minggu sebelumnya, dengan penurunan total Rp 268/kg selama 7 hari. Namun, ada sinyal rebound tipis di dua hari terakhir.

Berikut rangkuman angka kuncinya:

Indikator Nilai
Rata-rata Nasional Awal Minggu (8 Sept) Rp 25.447/kg
Rata-rata Nasional Akhir Minggu (14 Sept) Rp 25.179/kg
Rata-rata Mingguan (8-14 Sept) Rp 25.167/kg
Harga Tertinggi Minggu Ini Rp 29.000/kg — Sumatera Barat (Padang, Pariaman) dan Riau (Pekanbaru)
Harga Terendah Minggu Ini Rp 19.000/kg — Kalimantan Tengah (Palangka Raya, Sampit) pada 13–14 September
Selisih Harga Terlebar (Disparitas) Rp 10.000/kg (14 September)
Total Titik Data Harian 85 data point/hari dari 22+ sentra produksi

Sumber data: Seluruh angka dalam ulasan ini dihimpun langsung dari catatan harian harga ayam hidup InfoBroiler periode 8–14 September 2026 (cek data lengkapnya di halaman Riwayat Harga). Setiap data mencakup harga kandang riil per daerah dan ukuran bobot ayam (body weight).

Perbandingan Minggu 1 vs Minggu 2

Metrik Minggu 1 (1-7 Sept) Minggu 2 (8-14 Sept) Perubahan
Rata-rata Mingguan Rp 25.618/kg Rp 25.167/kg -Rp 451
Harga Tertinggi Rp 29.800 (Riau) Rp 29.000 (Sumbar/Riau) -Rp 800
Harga Terendah Rp 19.500 (Sulsel) Rp 19.000 (Kalteng) -Rp 500
Selisih Terlebar Rp 10.300 Rp 10.000 -Rp 300
Sumber Floor Price Sulawesi Selatan Kalimantan Tengah Bergeser pulau

Dalam 14 hari perdagangan pertama September 2026, harga rata-rata nasional telah turun total Rp 489/kg (dari Rp 25.668 di 1 September menjadi Rp 25.179 di 14 September), atau setara penurunan 1,9%.

Tren Harga Harian: Grafik Rata-rata Nasional

Rata-rata Nasional Harga Livebird (Rp/kg) 8 – 14 September 2026 · Sumber: InfoBroiler Data Hub 25.500 25.350 25.200 25.050 25.447 25.196 25.114 25.079 25.038 25.114 25.179 8 Sept 9 Sept 10 Sept 11 Sept 12 Sept 13 Sept 14 Sept ▼ Penurunan Rp 268/kg dalam 7 hari (-1,05%) · Rebound +Rp 141 di 2 hari terakhir

Perjalanan harga rata-rata nasional membentuk pola V-shape tipis — turun 4 hari beruntun, lalu membal di akhir pekan:

  1. Selasa, 8 September — Rp 25.447/kg (buka minggu, sama dengan penutupan minggu 1)
  2. Rabu, 9 September — Rp 25.196/kg (-Rp 251, turun cukup tajam)
  3. Kamis, 10 September — Rp 25.114/kg (-Rp 82, masih turun tapi melambat)
  4. Jumat, 11 September — Rp 25.079/kg (-Rp 35, nyaris stagnan)
  5. Sabtu, 12 September — Rp 25.038/kg (-Rp 41, titik terendah rata-rata minggu ini)
  6. Minggu, 13 September — Rp 25.114/kg (+Rp 76, mulai membal naik ✅)
  7. Senin, 14 September — Rp 25.179/kg (+Rp 65, rebound berlanjut ✅)

Catatan hitungan: Rata-rata nasional ini dikalkulasi dari 85 titik data (data point) harian yang dihimpun dari jejaring informasi transaksi pasar di 22+ sentra produksi unggas Indonesia. Setiap angka mewakili wilayah dan klasifikasi bobot panen tertentu. Sumber: Rekapitulasi Harian InfoBroiler.


Harga Tertinggi dan Terendah Harian

Tanggal Harga Tertinggi Wilayah Harga Terendah Wilayah
8 Sept Rp 29.000/kg Sumatera Barat (Padang, Pariaman) Rp 20.500/kg Kalimantan Tengah (Palangka Raya, Sampit)
9 Sept Rp 29.000/kg Sumatera Barat (Padang, Pariaman) Rp 20.500/kg Kalimantan Tengah (Palangka Raya, Sampit)
10 Sept Rp 29.000/kg Riau (Pekanbaru, Indragiri Hulu) Rp 20.500/kg Kalimantan Tengah (Palangka Raya, Sampit)
11 Sept Rp 29.000/kg Riau (Pekanbaru, Indragiri Hulu) Rp 20.000/kg Kalimantan Tengah (Palangka Raya, Sampit)
12 Sept Rp 28.500/kg Sumatera Barat (Padang, Pariaman) Rp 19.500/kg Kalimantan Tengah (Palangka Raya, Sampit)
13 Sept Rp 28.500/kg Sumatera Barat (Padang, Pariaman) Rp 19.000/kg Kalimantan Tengah (Palangka Raya, Sampit)
14 Sept Rp 29.000/kg Sumatera Barat (Padang) dan Riau (Pekanbaru) Rp 19.000/kg Kalimantan Tengah (Palangka Raya, Sampit)

Kondisi lapangan: Berbeda dari minggu pertama di mana harga terendah sempat dipegang Sulawesi Selatan (Makassar), minggu ini posisi harga paling bawah sepenuhnya dikuasai Kalimantan Tengah yang terus menurun dari Rp 20.500/kg di awal pekan hingga menyentuh Rp 19.000/kg di akhir pekan — turun Rp 1.500 dalam satu minggu saja. Di sisi atas, Sumatera Barat (Padang) dan Riau (Pekanbaru) bergantian menempati posisi tertinggi, konsisten di kisaran Rp 28.500 – 29.000/kg.


Komparasi Harga Antar-Sentra Produksi (14 September 2026)

Tabel berikut menampilkan rentang harga livebird per wilayah pada penutupan 14 September 2026, berdasarkan klasifikasi bobot badan (body weight):

Pulau Jawa dan Bali

Sentra Produksi Bobot Harga (Rp/kg)
Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) < 1,0 kg 25.000
1,0 - 1,2 kg 24.800
1,2 - 1,4 kg 24.400
1,4 - 1,6 kg 24.100
1,6 - 1,8 kg 23.900
1,8 - 2,0 kg 23.700
> 2,0 kg 23.500
Banten (Serang, Pandeglang, Lebak) < 2,0 kg 24.500
> 2,0 kg 23.500
Jawa Barat (Bandung, Garut, Sumedang, Tasikmalaya) < 1,0 kg 25.000
1,0 - 1,2 kg 24.800
1,2 - 1,4 kg 24.600
1,4 - 1,6 kg 24.200
1,6 - 1,8 kg 23.900
1,8 - 2,0 kg 23.700
> 2,0 kg 23.500
Jawa Barat (Sukabumi, Cianjur, Subang) < 1,0 kg 25.000
1,0 - 1,2 kg 24.800
1,2 - 1,4 kg 24.400
1,4 - 1,6 kg 24.100
1,6 - 1,8 kg 23.900
1,8 - 2,0 kg 23.700
> 2,0 kg 23.500
Jawa Barat (Cirebon, Kuningan, Indramayu, Majalengka) 1,2 - 1,4 kg 23.600
1,4 - 1,6 kg 23.400
1,6 - 2,0 kg 23.200
> 2,0 kg 23.000
Jawa Tengah dan DIY (Semarang, Yogyakarta, Solo, Klaten, Purwokerto, Wonogiri, Tegal) < 2,0 kg 23.500 - 24.500
> 2,0 kg 23.000 - 24.000
Jawa Timur (Surabaya, Malang, Blitar, Kediri, Jember, Lamongan) < 2,0 kg 24.500 - 25.500
> 2,0 kg 24.000 - 25.000
Bali (Denpasar, Gianyar, Tabanan) < 2,0 kg 26.500
> 2,0 kg 25.500

Sumatera

Sentra Produksi Bobot Harga (Rp/kg)
Lampung (Bandar Lampung, Metro, Kalianda, Kotabumi) < 1,0 kg 24.000
1,0 - 1,2 kg 23.800
1,2 - 1,4 kg 23.600
1,4 - 1,6 kg 23.400
1,6 - 1,8 kg 23.200
> 1,8 kg 23.000
Sumatera Selatan (Palembang, Musi Rawas, OKU, OKI) < 2,0 kg 24.000
> 2,0 kg 23.500
Sumatera Selatan (Lubuklinggau, Muara Enim) < 2,0 kg 28.000
> 2,0 kg 27.500
Bengkulu (Mukomuko, Kepahiang) < 2,0 kg 28.000
> 2,0 kg 27.500
Jambi (Sarolangun, Sungaipenuh) < 2,0 kg 27.500
> 2,0 kg 27.000
Jambi (Muara Bungo) < 2,0 kg 28.000
> 2,0 kg 27.500
Sumatera Barat (Padang, Painan, Pariaman) < 2,0 kg 29.000
> 2,0 kg 28.500
Sumatera Barat (Payakumbuh, Padang Panjang, Bukittinggi) < 2,0 kg 28.500
> 2,0 kg 28.000
Riau (Pekanbaru, Indragiri Hulu, Pelalawan) < 2,0 kg 29.000
> 2,0 kg 28.500
Sumatera Utara (Medan, Binjai, Lubuk Pakam) < 2,0 kg 27.500
> 2,0 kg 27.000
D.I. Aceh (Banda Aceh, Pidie) < 2,0 kg 27.500
> 2,0 kg 27.000

Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara

Sentra Produksi Bobot Harga (Rp/kg)
Kalimantan Selatan (Banjarmasin, Banjarbaru, Pelaihari) < 1,8 kg 27.500
> 1,8 kg 21.500
Kalimantan Selatan (Banua Lima: Paringin, Kandangan, Barabai) < 1,8 kg 22.500
> 1,8 kg 21.500
Kalimantan Timur (Balikpapan, Kutai) < 2,0 kg 24.500
> 2,0 kg 22.500
Kalimantan Timur (Samarinda) < 2,0 kg 25.500
> 2,0 kg 23.500
Kalimantan Timur (Bontang) < 2,0 kg 25.500
> 2,0 kg 24.500
Kalimantan Tengah (Palangka Raya, Sampit, Pangkalan Bun) < 2,0 kg 20.000
> 2,0 kg 19.000
Kalimantan Barat (Pontianak, Sambas, Singkawang) < 2,0 kg 26.500
> 2,0 kg 23.500
Sulawesi Selatan/Barat (Makassar, Maros, Sidrap, Parepare, Mamuju) < 1,6 kg 26.000
> 1,6 kg 25.500
Sulawesi Tengah (Palu, Poso, Donggala) < 2,0 kg 28.500
> 2,0 kg 28.000
Sulawesi Utara (Manado, Minahasa, Kotamobagu) < 1,8 kg 26.500
> 1,8 kg 26.000
Gorontalo (Bone Bolango) < 1,8 kg 27.500
> 1,8 kg 26.500
NTB (Mataram, Bima, Lombok) < 2,0 kg 27.000
> 2,0 kg 26.500
NTT (Kupang) < 2,0 kg 28.000
> 2,0 kg 27.500

Sumber: Rekapitulasi Harian InfoBroiler tanggal 14 September 2026, tersedia di halaman Riwayat Harga Ayam Broiler. Data mencakup 85 titik data (data point) harian dari 22+ sentra produksi unggas nasional.


Kondisi Lapangan: Faktor Pasokan (Barang Masuk)

Per 14 September 2026, jurang harga (selisih) antar-daerah masih sangat lebar dengan pergeseran dramatis di beberapa wilayah dibanding minggu pertama:

Perbandingan Wilayah Jawa (14 September):

  • Jawa Barat (Cirebon) jadi yang termurah di Pulau Jawa: Rp 23.000 – 23.600/kg
  • Jawa Tengah & DIY sedikit di atasnya: Rp 23.000 – 24.500/kg
  • Jawa Timur justru naik dibanding minggu lalu: Rp 24.000 – 25.500/kg (naik Rp 500 dari kisaran atas minggu 1)
  • Jabodetabek dan Jawa Barat masih termahal di Jawa: Rp 23.500 – 25.000/kg, tapi turun Rp 500 dari minggu 1

Perubahan Signifikan di Luar Jawa:

  • Kalimantan Timur jatuh tajam. Balikpapan turun dari Rp 27.500 → Rp 24.500/kg (-Rp 3.000), Samarinda dan Bontang turun dari Rp 27.500 → Rp 25.500/kg (-Rp 2.000). Ini perubahan paling dramatis minggu ini. Data Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur per 10 September juga mencatat harga broiler hidup di Samarinda sekitar Rp 22.000/kg di tingkat peternak.
  • Sulawesi justru rebound kuat. Sulawesi Selatan/Barat (Makassar) naik dari Rp 22.500 – 23.500 → Rp 25.500 – 26.000/kg (+Rp 2.500). Sulawesi Tengah (Palu) melonjak dari Rp 25.000 – 25.500 → Rp 28.000 – 28.500/kg (+Rp 3.000). Gorontalo naik dari Rp 24.500 – 25.500 → Rp 26.500 – 27.500/kg (+Rp 2.000).
  • Kalimantan Tengah terus terjun dari Rp 20.500 – 21.000 → Rp 19.000 – 20.000/kg. Posisi harga terendah nasional yang sudah sangat kritis bagi peternak.

Kondisi Pasar: Faktor Serapan & Permintaan Pembeli

Pola preferensi bobot panen di pasar tidak banyak berubah dari minggu sebelumnya:

Poin penting di lapangan (data 14 September):

  1. Ayam ukuran kecil (< 1,0 kg) tetap paling mahal di kota-kota besar. Di Jabodetabek, ayam di bawah 1 kilo dihargai Rp 25.000/kg, sedangkan ayam besar (> 2,0 kg) hanya Rp 23.500/kg. Selisih Rp 1.500/kg (6,4%) — persentase yang mirip dengan minggu lalu.

  2. Pola harga “makin berat makin murah” masih konsisten di hampir seluruh Jawa, dengan gap terbesar ditemukan di Banjarmasin (Kalsel) yaitu selisih Rp 6.000/kg antara ayam < 1,8 kg (Rp 27.500) vs > 1,8 kg (Rp 21.500).

  3. Di luar Jawa, pembagian bobot tetap lebih sederhana (< 2 kg vs > 2 kg) dengan selisih Rp 500 – 1.000/kg.


Hitungan HPP, FCR, dan Sisa Margin Peternak

Selisih harga tertinggi dan terendah se-Indonesia berfluktuasi sepanjang minggu:

Tanggal Harga Tertinggi Harga Terendah Selisih (Disparitas)
8 September Rp 29.000 Rp 20.500 Rp 8.500
11 September Rp 29.000 Rp 20.000 Rp 9.000
14 September Rp 29.000 Rp 19.000 Rp 10.000

Apa artinya bagi peternak di kandang?

  • Peternak di Kalimantan Tengah (harga jatuh ke Rp 19.000/kg) kini sudah berada di zona merah. Jika harga jagung pakan Rp 5.200/kg dan konsentrat Rp 8.500/kg, HPP (Harga Pokok Produksi) per kilo ayam hidup berada di kisaran Rp 19.000 – 20.000/kg. Artinya, peternak di wilayah ini bisa merugi jika FCR (Feed Conversion Ratio) kandangnya tidak ideal.
  • Sebaliknya, peternak di Sumatera Barat (Padang, Rp 28.500 – 29.000/kg) dan Riau (Pekanbaru, Rp 28.500 – 29.000/kg) masih memiliki margin keuntungan yang aman, bahkan jika kinerja FCR kandang sedikit di bawah target.
  • Peternak di Kalimantan Timur yang mengalami penurunan tajam minggu ini perlu waspada. Harga Balikpapan yang semula nyaman di Rp 27.500/kg kini turun ke Rp 24.500/kg — mendekati level HPP dan menggerus margin.

Kondisi Khusus: Karhutla, Asap & Gunung Anak Krakatau

Sebaran Asap dan Hotspot Karhutla

Berdasarkan laporan BMKG yang dipublikasikan pada 10 September 2026, dalam 10 hari terakhir titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi (hotspot) masih terkonsentrasi di sejumlah wilayah, di antaranya:

  • Kalimantan Tengah: 2.526 titik panas
  • Kalimantan Barat: 2.102 titik panas
  • Sumatera Selatan: 1.180 titik panas
  • Papua Selatan: 570 titik panas

Kondisi ini perlu diperhatikan oleh pelaku usaha unggas karena sebaran asap dan cuaca ekstrem dapat berpengaruh terhadap transportasi, distribusi pakan dan ayam, serta operasional peternakan di wilayah terdampak.

Menariknya, Kalimantan Tengah yang memiliki jumlah hotspot tertinggi (2.526 titik) juga merupakan wilayah dengan harga livebird terendah nasional (Rp 19.000/kg). Kondisi asap dan gangguan logistik dapat menjadi salah satu faktor tambahan yang menekan distribusi dan pergerakan harga di wilayah tersebut, meski hubungan langsung antara karhutla dan harga ayam memerlukan analisis lebih lanjut.

Catatan: Data titik panas merupakan fakta pemantauan BMKG. Sumber: Prakiraan Cuaca BMKG.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Per 11 September 2026, Badan Geologi melaporkan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung dan status gunung api tetap berada pada Level III (Siaga) — tidak berubah dari minggu sebelumnya. Aktivitas erupsi dan kegempaan dipantau secara berkala.

  • Gangguan transportasi melalui Selat Sunda tetap menjadi risiko yang perlu dipantau, terutama untuk jalur distribusi ayam, DOC, dan pakan antara Jawa–Sumatera.
  • Aktivitas erupsi tidak otomatis berarti terjadi tsunami atau gangguan distribusi aktual.

Sumber: Laporan Erupsi G. Anak Krakatau 11 September 2026 — Badan Geologi.


Kondisi Perunggasan: Hilirisasi Ayam Terintegrasi & Penguatan Peternak

Pada minggu ini, Kementerian Pertanian mengambil langkah strategis melalui Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) bersama PT Berdikari. Program ini diarahkan untuk membangun ekosistem ayam dari sektor hulu hingga hilir, meningkatkan nilai tambah, serta memperkuat keterkaitan antara peternak dan kebutuhan pangan nasional.

Kementan juga menggelar Bimbingan Teknis HAT secara langsung di dua wilayah yang bersinggungan erat dengan dinamika harga minggu ini:

  1. Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (8 September) — kegiatan melibatkan pemerintah daerah dan peternak ayam ras, menekankan peningkatan kapasitas, produktivitas, dan penerapan Good Farming Practices. Bersamaan dengan itu, Kementan juga melaksanakan surveilans penyakit unggas di Bone, Pinrang, dan Polewali Mandar.

  2. Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (8 September) — materi Bimtek mencakup manajemen kandang, pakan, biosekuriti, pencatatan produksi, hingga pengembangan klaster perunggasan.

Selain itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI pada 10 September mendorong program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menyerap ayam dan telur dari peternak lokal. Penyerapan institusional yang konsisten berpotensi menciptakan tambahan permintaan terhadap produk unggas.

Sumber: Kementan-Berdikari HAT · Bimtek Bone · Bimtek Kaltim.


Kondisi Iklim: Puncak Kemarau dan Dampak El Niño

BMKG memprediksi puncak musim kemarau 2026 berlangsung pada Juli–September 2026. Per 10 September, kemarau masih berlangsung dan berdampak pada peningkatan risiko kebakaran lahan di sejumlah wilayah — terutama Kalimantan dan Sumatera yang mencatat ribuan titik panas.

BMKG juga tetap memantau perkembangan ENSO dan peluang El Niño pada 2026. Kondisi iklim ini perlu diperhatikan industri broiler karena:

  • Heat stress dapat meningkat ketika suhu lingkungan tinggi, terutama jika ventilasi dan aliran udara kandang tidak memadai.
  • Ketersediaan air menjadi tantangan di wilayah kemarau panjang.
  • Asap karhutla menambah beban lingkungan kandang dan mengganggu transportasi.
  • Kondisi cuaca juga perlu diperhatikan dalam perencanaan transportasi DOC, pakan, dan ayam hidup.

Kondisi Kesehatan Unggas: Surveilans Aktif di Sulawesi

Pada 8 September 2026, Kementan melalui Ditjen PKH melakukan surveilans penyakit unggas di tiga lokasi: Bone dan Pinrang (Sulawesi Selatan), serta Polewali Mandar (Sulawesi Barat). Sampel unggas diambil untuk pemeriksaan laboratorium guna mendapatkan gambaran status kesehatan dan mendukung deteksi dini penyakit.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya rutin pengendalian yang berkesinambungan dengan konteks Newcastle Disease (ND/Tetelo) yang masih bersifat endemik di Indonesia.

  • Gangguan kesehatan dapat berdampak langsung terhadap pertumbuhan, mortalitas, produktivitas, dan hasil usaha peternak.
  • Biosekuriti dan vaksinasi perlu dijalankan sesuai program dan kondisi risiko wilayah.
  • Kegiatan surveilans tidak boleh ditafsirkan sebagai bukti adanya wabah tanpa konfirmasi resmi dari hasil laboratorium.

Sumber: Surveilans Kesehatan Unggas Sulsel & Sulbar — Ditjen PKH.


Kondisi Hulu: Bahan Baku Pakan

Pada 11 September 2026, Bulog Sumatera Utara melaporkan penyaluran jagung pipilan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada peternak telah mencapai 1.111 ton, atau sekitar 43,76% dari alokasi 2.538 ton (periode Mei–6 September 2026). Program ini bertujuan menjaga ketersediaan dan kestabilan harga bahan baku pakan di tingkat peternak.

Selain program SPHP, Kementan pada 10 September juga memperkuat sistem sertifikasi dan jaminan mutu pakan melalui penguatan LSPro BPMSP Bekasi menuju akreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN).

  • Perubahan harga jagung dapat memengaruhi biaya produksi pakan dan HPP peternak.
  • Selain jagung, pelaku usaha perlu memantau harga bungkil kedelai, konsentrat, nilai tukar Rupiah, dan biaya transportasi.

Sumber: Penyaluran Jagung SPHP Bulog Sumut — ANTARA.


Kondisi Hilir: Harga Konsumen dan Distribusi

PIHPS Nasional Bank Indonesia mencatat harga daging ayam ras segar di tingkat pedagang eceran nasional pada minggu ini:

Tanggal Harga Konsumen (Rp/kg) Perubahan
10 September 2026 Rp 40.100/kg
12 September 2026 Rp 42.500/kg +Rp 2.400

Sementara itu, harga livebird di tingkat peternak (data InfoBroiler) pada tanggal yang sama:

Tanggal Rata-rata Peternak (Rp/kg) Selisih dari Harga Konsumen
10 September Rp 25.114/kg Rp 14.986/kg
12 September Rp 25.038/kg Rp 17.462/kg

Perbedaan tersebut tidak boleh langsung dianggap sebagai margin pedagang, karena di sepanjang rantai terdapat biaya pemotongan, distribusi, transportasi, penyimpanan, susut, tenaga kerja, dan biaya lainnya.

Catatan menarik: harga konsumen naik Rp 2.400/kg dalam 2 hari saja, sementara harga peternak justru turun di periode yang sama. Perbedaan arah pergerakan ini menunjukkan bahwa dinamika harga di hulu (kandang) dan hilir (pasar eceran) tidak selalu berjalan seirama.

Sumber: PIHPS 10 Sept · PIHPS 12 Sept — ANTARA.

Catatan data InfoBroiler: Data harga peternak dalam laporan ini tetap merupakan data farm gate tingkat peternak yang dihimpun InfoBroiler, bukan data resmi pemerintah. Periode laporan mencakup 8–14 September 2026 dengan 85 titik data harian dari 22+ sentra produksi.


Perkiraan Pasar & Langkah Taktis Peternak

Melihat tren 7 hari terakhir, ada dua sinyal yang perlu diperhatikan:

Sinyal positif: Harga membal di 2 hari terakhir (13–14 Sept) setelah 4 hari turun beruntun. Pola V-shape ini bisa jadi awal stabilisasi menjelang pertengahan bulan.

Sinyal waspada: Disparitas harga antar-daerah justru melebar (dari Rp 8.500 jadi Rp 10.000), dan beberapa wilayah mengalami penurunan yang sangat tajam (Kaltim -Rp 3.000/kg).

Saran Praktis untuk Peternak Mandiri & Kemitraan

  1. Waspadai jebakan harga Kaltim. Peternak di Balikpapan dan Samarinda yang seminggu lalu masih nyaman di Rp 27.500/kg kini harus menyesuaikan strategi karena harga sudah di Rp 24.500 – 25.500/kg. Pertimbangkan mempercepat jadwal panen jika bobot sudah mendekati target.

  2. Peternak Kalteng wajib super ketat di FCR. Dengan harga jual Rp 19.000 – 20.000/kg dan HPP yang tidak jauh berbeda, setiap gram pakan yang terbuang langsung menggerus margin. Pastikan biosekuriti, kualitas air minum, dan ventilasi kandang optimal — apalagi di tengah kondisi asap karhutla.

  3. Manfaatkan rebound Sulawesi. Peternak di Sulsel, Sulteng, dan Gorontalo yang mengalami kenaikan harga signifikan minggu ini bisa memanfaatkan momentum dengan panen di waktu yang tepat. Pastikan koordinasi dengan bakul dan koperasi lokal.

  4. Cek harga tiap hari sebelum jadwal tangkap. Pergerakan harga bisa berubah drastis dalam hitungan hari — contohnya Banjarmasin (Kalsel) di mana ayam < 1,8 kg dihargai Rp 27.500/kg, tapi kalau lewat di atas 1,8 kg langsung anjlok ke Rp 21.500/kg. Selisih Rp 6.000/kg ini bisa menentukan untung atau rugi.

Disclaimer: Catatan ini sekadar rujukan dari jejaring informasi pasar InfoBroiler dan bukan jaminan harga pasti di masa mendatang. Keputusan panen dan penjualan tetap kembali ke tangan masing-masing peternak. Silakan baca halaman Penafian untuk rincian lengkapnya.


Metodologi dan Sumber Data

Aspek Keterangan
Sumber Data Primer Database InfoBroiler — tabel price_reports (85 data point/hari)
Periode Cakupan 8 - 14 September 2026 (7 hari perdagangan)
Cakupan Wilayah 22+ sentra produksi unggas di seluruh Indonesia
Jenis Harga Harga farm gate (tingkat peternak/kandang), bukan harga pasar tradisional
Klasifikasi Per wilayah x per klasifikasi bobot badan (body weight)
Metode Rata-rata Simple average dari seluruh 85 titik data per hari
Akses Data Lengkap Riwayat Harga Ayam Broiler — InfoBroiler

Ulasan ini disusun oleh Tim InfoBroiler secara terbuka apa adanya. Seluruh angka bisa dicek dan dicocokkan langsung di halaman Riwayat Harga, lengkap dengan pilihan unduh laporan harian format PDF.

Sumber Data Eksternal dan Referensi

Selain data jejaring pasar InfoBroiler, berikut lembaga resmi dan asosiasi peternakan yang menjadi acuan pembanding industri unggas nasional:

Lembaga / Sumber Peran dalam Industri & Kebijakan Situs Resmi & Tautan Rujukan Laporan
Badan Pangan Nasional (Bapanas) Penetapan harga acuan pangan strategis nasional, data harga produsen & konsumen daging ayam badanpangan.go.id
Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Regulasi DOC FS, Hilirisasi Ayam Terintegrasi, surveilans penyakit unggas, dan pengendalian ND ditjenpkh.pertanian.go.id
Program HAT Kementan-Berdikari
Bimtek HAT Bone, Sulsel
Penguatan Peternak Kaltim
Surveilans Unggas Sulsel & Sulbar
Jaminan Mutu Pakan Nasional
BMKG Pemantauan hotspot karhutla, sebaran asap, prakiraan cuaca, dan sensor tsunami Prakiraan Cuaca & Hotspot BMKG 10 Sept 2026
Badan Geologi / PVMBG (ESDM) Pemantauan status vulkanisme Gunung Anak Krakatau dan mitigasi jalur logistik Selat Sunda Laporan Erupsi G. Anak Krakatau (11 Sept 2026)
Laporan 10 Sept 2026
Dinas Peternakan Prov. Kalimantan Timur Data harga livebird tingkat peternak di Samarinda dan wilayah Kaltim peternakan.kaltimprov.go.id
PIHPS Nasional (Bank Indonesia) Data harga pangan konsumen nasional termasuk daging ayam ras PIHPS 10 Sept 2026
PIHPS 12 Sept 2026
Bulog / Perum Bulog Penyaluran jagung SPHP untuk stabilisasi biaya pakan peternak Penyaluran Jagung SPHP Bulog Sumut
PINSAR (Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat) Asosiasi peternak mandiri; advokasi kebijakan HPP dan pasar livebird pinsarindonesia.id
GOPAN (Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional) Koordinasi antar-asosiasi peternak dan pemantauan dinamika pasar ayam hidup
DPR RI Dorongan penyerapan produk unggas peternak lokal melalui program MBG DPR Dorong MBG Serap Unggas Lokal
Kementerian Perdagangan RI Kebijakan stabilisasi harga pangan dan regulasi rantai pasok distribusi kemendag.go.id
BPS (Badan Pusat Statistik) Data statistik inflasi pangan dan indeks harga konsumen daging ayam ras bps.go.id

Catatan: Data harga dalam ulasan ini adalah data riil tingkat kandang (farm gate) yang dihimpun dari jejaring informasi transaksi pasar unggas harian, dan bukan data resmi pemerintah. Data harga konsumen PIHPS yang dikutip berasal dari sumber terpisah dan tidak boleh dibandingkan langsung dengan harga livebird peternak tanpa menjelaskan perbedaan level pasar. Peternak disarankan tetap mengecek harga acuan Bapanas sebagai pembanding.

Tanya Jawab Seputar Harga Ayam (FAQ)

Kenapa harga ayam di Kalimantan Timur turun tajam minggu ini?

Harga livebird di Balikpapan turun Rp 3.000/kg (dari Rp 27.500 menjadi Rp 24.500) dan di Samarinda/Bontang turun Rp 2.000/kg dalam satu minggu. Data Dinas Peternakan Kaltim per 10 September bahkan mencatat harga Rp 22.000/kg di Samarinda. Penurunan ini mengindikasikan tekanan pasokan yang bertambah di wilayah tersebut, sementara penyerapan pasar lokal belum mampu mengimbangi.

Apakah harga ayam mulai naik lagi di akhir minggu?

Ada sinyal rebound tipis. Setelah turun 4 hari beruntun dari Rp 25.447 (8 Sept) ke Rp 25.038 (12 Sept), rata-rata nasional membal naik ke Rp 25.114 (13 Sept) dan Rp 25.179 (14 Sept) — total kenaikan +Rp 141 di 2 hari terakhir. Namun, ini masih lebih rendah dari rata-rata pembukaan minggu dan belum bisa dipastikan sebagai pembalikan tren.

Apa hubungan kebakaran hutan dengan harga ayam di Kalimantan Tengah?

BMKG mencatat 2.526 titik panas di Kalimantan Tengah per 10 September 2026, tertinggi se-Indonesia. Di saat bersamaan, harga livebird di wilayah tersebut jatuh ke Rp 19.000/kg (terendah nasional). Meski hubungan langsung perlu analisis lebih lanjut, kondisi asap dapat mengganggu transportasi, distribusi pakan dan ayam, serta kualitas lingkungan kandang. Peternak di wilayah terdampak perlu memperhatikan kondisi ini dalam perencanaan operasional.