Logo InfoBroilerInfoBroiler
Harga Pasar

Rekap Harga Ayam Broiler Minggu 3 September 2026: Turun Kontinu 7 Hari, Pola Staircase di Tengah Pelemahan Sumatera & Sulawesi

Tim Riset Pasar InfoBroiler
Grafik tren harga ayam broiler minggu ketiga September 2026 menunjukkan penurunan kontinu tanpa rebound dengan pola staircase dari Rp 25.096 ke Rp 24.849 per kilogram

Ringkasan Pasar Minggu Ini

Harga ayam hidup (livebird) di tingkat kandang (farm gate) selama minggu ketiga September 2026 menunjukkan tren penurunan yang kontinu tanpa adanya rebound berarti di akhir pekan. Penurunan ini berlangsung secara bertahap membentuk pola staircase (anak tangga).

Berikut rangkuman angka kuncinya:

Indikator Nilai
Rata-rata Nasional Awal Minggu (15 Sept) Rp 25.096/kg
Rata-rata Nasional Akhir Minggu (21 Sept) Rp 24.849/kg
Rata-rata Mingguan (15-21 Sept) Rp 24.963/kg
Penurunan Mingguan -Rp 247/kg (-0,98%)
Harga Tertinggi Minggu Ini Rp 29.000/kg — Sumatera Barat (Padang, Pariaman) pada 15 September
Harga Terendah Minggu Ini Rp 19.000/kg — Kalimantan Tengah (Palangka Raya, Sampit) pada 20-21 September
Selisih Harga Terlebar (Disparitas) Rp 10.000/kg (15 September)
Total Titik Data Harian 85 data point/hari dari 22+ sentra produksi

Sumber data: Seluruh angka dalam ulasan ini dihimpun langsung dari catatan harian harga ayam hidup InfoBroiler periode 15–21 September 2026 (cek data lengkapnya di halaman Riwayat Harga). Setiap data mencakup harga kandang riil per daerah dan ukuran bobot ayam (body weight).

Perbandingan Minggu 2 vs Minggu 3

Metrik Minggu 2 (8-14 Sept) Minggu 3 (15-21 Sept) Perubahan
Rata-rata Mingguan Rp 25.167/kg Rp 24.963/kg -Rp 204
Harga Tertinggi Rp 29.000 (Sumbar/Riau) Rp 29.000 (Sumbar) Stabil
Harga Terendah Rp 19.000 (Kalteng) Rp 19.000 (Kalteng) Stabil
Sumber Harga Tertinggi Sumatera Barat dan Riau Bergeser ke Sulawesi Tengah Pergeseran dominasi
Sumber Harga Terendah Kalimantan Tengah Kalimantan Tengah & Selatan Meluas ke Kalsel

Sejak awal September (1-21 Sept), harga rata-rata nasional telah mengalami penurunan kumulatif sebesar Rp 819/kg (dari Rp 25.668 menjadi Rp 24.849), atau setara pelemahan 3,19% dalam tiga minggu perdagangan.

Tren Harga Harian: Grafik Rata-rata Nasional

Rata-rata Nasional Harga Livebird (Rp/kg) 15 – 21 September 2026 · Sumber: InfoBroiler Data Hub 25.100 25.000 24.900 24.800 25.096 25.014 25.014 24.949 24.949 24.873 24.849 15 Sept 16 Sept 17 Sept 18 Sept 19 Sept 20 Sept 21 Sept ▼ Penurunan berkelanjutan dengan pola staircase (turun-stagnan-turun) sepanjang minggu

Berbeda dengan minggu sebelumnya yang diakhiri dengan pantulan (rebound) tajam berbentuk V-shape, minggu ketiga September 2026 menampilkan pola staircase (anak tangga) menurun:

  1. Selasa, 15 September — Rp 25.096/kg (terkoreksi tipis dari penutupan Senin)
  2. Rabu, 16 September — Rp 25.014/kg (turun Rp 82)
  3. Kamis, 17 September — Rp 25.014/kg (stagnan, flat)
  4. Jumat, 18 September — Rp 24.949/kg (turun Rp 65, menembus batas psikologis Rp 25.000)
  5. Sabtu, 19 September — Rp 24.949/kg (stagnan, flat)
  6. Minggu, 20 September — Rp 24.873/kg (turun Rp 76)
  7. Senin, 21 September — Rp 24.849/kg (turun melambat, minus Rp 24)

Tidak adanya rebound di akhir pekan mengindikasikan bahwa serapan pasar belum cukup kuat untuk membalikkan tren pasokan yang berlimpah di lapangan.

Harga Tertinggi dan Terendah Harian

Tanggal Harga Tertinggi Wilayah Harga Terendah Wilayah
15 Sept Rp 29.000/kg Sumatera Barat (Padang, Pariaman) Rp 21.000/kg Kalimantan Tengah (Palangka Raya, Sampit)
16 Sept Rp 28.500/kg Sulawesi Tengah (Palu, Poso, Donggala) Rp 21.000/kg Kalsel (Banua Lima: Paringin, Barabai)
17 Sept Rp 28.500/kg Sulawesi Tengah (Palu, Poso, Donggala) Rp 21.000/kg Kalsel (Banua Lima: Paringin, Barabai)
18 Sept Rp 28.500/kg Sulawesi Tengah (Palu, Poso, Donggala) Rp 19.500/kg Kalsel (Banjarmasin, Banjarbaru)
19 Sept Rp 28.500/kg Sulawesi Tengah (Palu, Poso, Donggala) Rp 19.500/kg Kalsel (Banjarmasin, Banjarbaru)
20 Sept Rp 28.500/kg Sulawesi Tengah (Palu, Poso, Donggala) Rp 19.000/kg Kalimantan Tengah (Palangka Raya, Sampit)
21 Sept Rp 28.000/kg Sumatera Barat (Padang, Pariaman) Rp 19.000/kg Kalimantan Tengah (Palangka Raya, Sampit)

Kondisi lapangan: Posisi harga tertinggi (ceiling price) bergeser dari dominasi Sumatera Barat dan Riau ke Sulawesi Tengah (Palu) selama sebagian besar minggu ini, sebelum akhirnya kembali ke Sumatera Barat di Rp 28.000/kg pada penutupan. Di sisi lain, floor price menyebar; tidak hanya Kalimantan Tengah yang tertekan di Rp 19.000/kg, namun wilayah Kalimantan Selatan (Banjarmasin dan Banua Lima) juga sempat mencatatkan harga terendah nasional di kisaran Rp 19.500 – 21.000/kg.


Komparasi Harga Antar-Sentra Produksi (21 September 2026)

Tabel berikut menampilkan rentang harga livebird per wilayah pada penutupan 21 September 2026, berdasarkan klasifikasi bobot badan (body weight):

Pulau Jawa dan Bali

Sentra Produksi Bobot Harga (Rp/kg)
Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) < 1,0 kg 25.500
1,0 - 1,2 kg 25.300
1,2 - 1,4 kg 24.900
1,4 - 1,6 kg 24.600
1,6 - 1,8 kg 24.400
1,8 - 2,0 kg 24.200
> 2,0 kg 24.000
Banten (Serang, Pandeglang, Lebak) < 2,0 kg 25.000
> 2,0 kg 24.000
Jawa Barat (Bandung, Garut, Sumedang, Tasikmalaya) < 1,0 kg 25.000
1,0 - 1,2 kg 24.800
1,2 - 1,4 kg 24.600
1,4 - 1,6 kg 24.200
1,6 - 1,8 kg 23.900
1,8 - 2,0 kg 23.700
> 2,0 kg 23.500
Jawa Barat (Sukabumi, Cianjur, Subang) < 1,0 kg 25.500
1,0 - 1,2 kg 25.300
1,2 - 1,4 kg 24.900
1,4 - 1,6 kg 24.600
1,6 - 1,8 kg 24.400
1,8 - 2,0 kg 24.200
> 2,0 kg 24.000
Jawa Barat (Cirebon, Kuningan, Indramayu, Majalengka) 1,2 - 1,4 kg 24.100
1,4 - 1,6 kg 23.900
1,6 - 2,0 kg 23.700
> 2,0 kg 23.500
Jawa Tengah dan DIY (Semarang, Yogyakarta, Solo, Klaten, Purwokerto, Tegal) < 2,0 kg 24.500 - 25.000
> 2,0 kg 24.000 - 24.500
Jawa Timur (Surabaya, Malang, Blitar, Kediri, Jember, Lamongan) < 2,0 kg 24.500 - 25.500
> 2,0 kg 24.000 - 25.000
Bali (Denpasar, Gianyar, Tabanan) < 2,0 kg 25.000
> 2,0 kg 24.500

Sumatera

Sentra Produksi Bobot Harga (Rp/kg)
Lampung (Bandar Lampung, Metro, Kalianda, Kotabumi) < 1,0 kg 24.000
1,0 - 1,2 kg 23.800
1,2 - 1,4 kg 23.600
1,4 - 1,6 kg 23.400
1,6 - 1,8 kg 23.200
> 1,8 kg 23.000
Sumatera Selatan (Palembang, Musi Rawas, OKU, OKI) < 2,0 kg 24.500
> 2,0 kg 24.000
Sumatera Selatan (Lubuklinggau, Muara Enim) < 2,0 kg 26.000
> 2,0 kg 25.500
Bengkulu (Mukomuko, Kepahiang) < 2,0 kg 27.000
> 2,0 kg 26.500
Jambi (Sarolangun, Sungaipenuh) < 2,0 kg 26.500
> 2,0 kg 26.000
Jambi (Muara Bungo) < 2,0 kg 27.000
> 2,0 kg 26.500
Sumatera Barat (Padang, Painan, Pariaman) < 2,0 kg 28.000
> 2,0 kg 27.500
Sumatera Barat (Payakumbuh, Padang Panjang, Bukittinggi) < 2,0 kg 27.500
> 2,0 kg 27.000
Riau (Pekanbaru, Indragiri Hulu, Pelalawan) < 2,0 kg 27.500
> 2,0 kg 27.000
Sumatera Utara (Medan, Binjai, Lubuk Pakam) < 2,0 kg 27.500
> 2,0 kg 27.000
D.I. Aceh (Banda Aceh, Pidie) < 2,0 kg 27.500
> 2,0 kg 27.000

Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara

Sentra Produksi Bobot Harga (Rp/kg)
Kalimantan Selatan (Banjarmasin, Banjarbaru, Pelaihari) < 1,8 kg 25.500
> 1,8 kg 21.500
Kalimantan Selatan (Banua Lima: Paringin, Kandangan, Barabai) < 1,8 kg 22.500
> 1,8 kg 21.500
Kalimantan Timur (Balikpapan, Kutai) < 2,0 kg 23.500
> 2,0 kg 21.500
Kalimantan Timur (Samarinda) < 2,0 kg 23.500
> 2,0 kg 21.500
Kalimantan Timur (Bontang) < 2,0 kg 23.500
> 2,0 kg 22.500
Kalimantan Tengah (Palangka Raya, Sampit, Pangkalan Bun) < 2,0 kg 19.500
> 2,0 kg 19.000
Kalimantan Barat (Pontianak, Sambas, Singkawang) < 2,0 kg 26.500
> 2,0 kg 24.000
Sulawesi Selatan/Barat (Makassar, Maros, Sidrap, Parepare, Mamuju) < 1,6 kg 25.500
> 1,6 kg 24.500
Sulawesi Tengah (Palu, Poso, Donggala) < 2,0 kg 26.500
> 2,0 kg 26.000
Sulawesi Utara (Manado, Minahasa, Kotamobagu) < 1,8 kg 26.500
> 1,8 kg 26.000
Gorontalo (Bone Bolango) < 1,8 kg 27.500
> 1,8 kg 26.500
NTB (Mataram, Bima, Lombok) < 2,0 kg 26.000
> 2,0 kg 25.500
NTT (Kupang) < 2,0 kg 28.000
> 2,0 kg 27.500

Sumber: Rekapitulasi Harian InfoBroiler tanggal 21 September 2026, tersedia di halaman Riwayat Harga Ayam Broiler.


Kondisi Lapangan: Faktor Pasokan (Barang Masuk)

Minggu ketiga September 2026 menunjukkan divergensi atau arah pergerakan harga yang sangat kontras antara Pulau Jawa dan Luar Jawa:

Pulau Jawa Menguat Tipis: Berbeda dengan rata-rata nasional yang turun, sejumlah sentra di Jawa justru merangkak naik perlahan.

  • Jabodetabek & Sukabumi: Naik dari Rp 25.000 ke Rp 25.500/kg (BW kecil).
  • Cirebon: Berhasil keluar dari jurang harga termurah di Jawa minggu lalu, naik tipis dari Rp 23.600 ke Rp 24.100/kg.
  • Jawa Tengah & DIY: Mengalami penguatan dasar batas bawah dari Rp 23.000 menjadi Rp 24.000/kg.

Luar Jawa Terkoreksi Tajam: Pelemahan rata-rata nasional minggu ini sangat dipengaruhi jatuhnya harga di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi yang selama beberapa minggu terakhir memegang harga premium:

  • Sumatera Anjlok: Padang (Sumbar) turun Rp 1.000/kg ke Rp 28.000. Pekanbaru (Riau) turun Rp 1.500/kg ke Rp 27.500. Bengkulu dan Jambi (Bungo) rata-rata terkoreksi turun Rp 1.000/kg.
  • Kalimantan Semakin Tertekan: Kalimantan Timur (Balikpapan/Samarinda) melanjutkan tren jatuhnya, turun Rp 1.000/kg ke level Rp 23.500/kg (terpangkas Rp 4.000/kg dalam 2 minggu terakhir).
  • Sulawesi Rebound Patah: Sulawesi Tengah (Palu) yang minggu lalu sempat melesat, minggu ini amblas Rp 2.000/kg kembali ke kisaran Rp 26.500/kg.

Hitungan HPP, FCR, dan Sisa Margin Peternak

Disparitas harga nasional menyentuh angka terlebar pada pembukaan minggu (15 September) di level Rp 10.000/kg, namun sedikit menyempit ke Rp 9.000/kg di akhir pekan.

Apa artinya bagi peternak di kandang?

  • Kalimantan Tengah & Selatan (Kritis): Harga di bawah batas Rp 20.000/kg telah memosisikan peternak mandiri jauh di bawah batas impas HPP. Hanya efisiensi FCR tingkat dewa yang bisa sedikit menyelamatkan kerugian cash flow.
  • Kalimantan Timur (Waspada Margin): Penurunan beruntun yang drastis dari Rp 27.500 (awal September) menjadi Rp 23.500 (akhir minggu ketiga) merupakan alarm keras. Margin yang semula lebar kini nyaris impas (break-even).
  • Pulau Jawa (Cukup Bernafas): Kenaikan perlahan di rentang Rp 24.000 – 25.500/kg memberikan sedikit buffer margin bagi peternak di tengah biaya pakan yang stagnan cenderung tinggi.

Kondisi Perunggasan: Proyeksi Surplus Kementan dan Isu Hilirisasi

Surplus Produksi 2026: Fokus Penyerapan

Penyebab lemahnya harga di tingkat farm gate belakangan ini mendapat penjelasan struktural dari pemerintah. Pada 18 September 2026, Ditjen PKH Kementerian Pertanian merilis proyeksi surplus besar untuk industri unggas nasional. Ketersediaan daging ayam ras nasional pada tahun 2026 diproyeksikan mencapai 5,15 juta ton, jauh di atas estimasi kebutuhan domestik yang berada di kisaran 4,02 juta ton.

Tantangan pasokan berlebih ini mendorong Kementan menekankan pentingnya hilirisasi agar surplus dapat diubah menjadi produk bernilai tambah dan terserap pasar tanpa menghancurkan harga kandang.

Rantai Pasok MBG sebagai Titik Harapan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali ditekankan sebagai kunci. Baik Kementan dalam ajang ILDEX 2026 maupun asosiasi GOPAN (Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional) pada 16–17 September memandang MBG sebagai peluang momentum mengintegrasikan peternak rakyat ke dalam ekosistem pasok yang berkelanjutan.

Data Anggaran: Laporan Badan Gizi Nasional (17 Sept) mencatat realisasi anggaran MBG telah mencapai Rp 139,77 triliun atau 63,89% per pertengahan September 2026. Meskipun angka serapan langsung komoditas ayam ras belum dipublikasikan secara spesifik, aliran dana operasional ini terus dipantau potensinya oleh para pelaku industri perunggasan.

Sumber: Ditjen PKH Kementan (Hilirisasi) · Badan Gizi Nasional (Anggaran MBG) · Poultry Indonesia (GOPAN)


Kondisi Iklim: Dampak “El Niño Sangat Kuat”

Musim kemarau panjang yang diperparah fenomena iklim global terus memberikan tekanan sekunder bagi peternakan. Pada pertengahan September, pemantauan BMKG Stasiun Klimatologi Lampung mengonfirmasi bahwa Indeks ENSO (Niño 3.4) berada di level +2,51. Angka ini masuk dalam kategori “El Niño Sangat Kuat”.

BMKG Pusat dalam rilisnya (17 Sept) juga memperingatkan bahwa fenomena ini membuat sebagian wilayah Indonesia tetap kering dan rentan heat stress. Kondisi cuaca panas dan kekeringan air ekstrem memengaruhi:

  • Manajemen sirkulasi kipas dan cooling pad di closed house yang dituntut bekerja ekstra (beban listrik naik).
  • Penurunan asupan pakan ternak di siang hari.
  • Kewaspadaan karhutla lanjutan di Kalimantan dan Sumatera.

Sumber: BMKG Stasiun Klimatologi Lampung (Indeks ENSO)


Kondisi Kesehatan Unggas: Surveilans Newcastle Disease (ND)

Pada 18 September 2026, BPMSPH Ditjen PKH Kementan merilis penegasan terkait upaya penguatan pengendalian Newcastle Disease (ND/Tetelo) yang bersifat endemik di Indonesia. Kementan menekankan optimalisasi kegiatan surveilans, diagnosis lab rutin, dan kewajiban pelaporan kasus.

  • Bagi peternak: Mengingat fenomena cuaca fluktuatif di ujung musim kemarau, kekebalan imunitas unggas dapat menurun akibat cekaman stres. Program vaksinasi booster ND dan pengetatan biosekuriti perlu terus dikawal ketat sebelum panen raya menjelang akhir tahun.

Sumber: BPMSPH Kementan (Pengendalian ND)


Kondisi Hulu: Tantangan Harga Bahan Baku Pakan

Ketahanan bahan baku pakan menghadapi kompleksitas antara harga lokal, harga impor, dan persaingan pangan.

  1. Harga Jagung Domestik (Bervariasi Ekstrem): Data regional per 21 September mencatat harga jagung pipilan kering sangat bervariasi bergantung daerah. Di sentra penghasil seperti Gowa tercatat Rp 5.000/kg. Sementara di Magelang berkisar Rp 7.000 – 8.000/kg, dan di NTB Rp 7.000/kg.
  2. Nilai Tukar Rupiah (Bahan Baku Impor): Kurs Referensi JISDOR Bank Indonesia melemah (naik) perlahan minggu ini. Dari Rp 17.687/US$ (15 Sept) menjadi Rp 17.813/US$ (21 Sept). Pelemahan rupiah tentu menekan biaya impor bungkil kedelai (SBM), premiks, dan material pakan lainnya, mengancam HPP pabrikan.

Kementan pada 20 September secara khusus menyebut fluktuasi komoditas dan rantai pasok global sebagai tantangan serius.

Sumber: Data Regional Gowa, Magelang, NTB · JISDOR BI


Kondisi Hilir: Fluktuasi Harga Konsumen (PIHPS)

PIHPS Nasional Bank Indonesia mencatat pergerakan yang berfluktuasi cukup drastis untuk komoditas daging ayam ras segar di tingkat pedagang eceran:

Tanggal Harga Konsumen Eceran (Rp/kg) Keterangan
15 September Rp 41.800/kg Pembukaan minggu
16 September Rp 46.250/kg Puncak harga tinggi
17 September Rp 41.250/kg Koreksi turun cepat
21 September Rp 39.650/kg Penutupan di bawah level psikologis Rp 40.000

Penurunan tajam dari titik Rp 46.250 ke Rp 39.650/kg dalam hitungan hari mencerminkan tarik-menarik antara ketersediaan pasokan potong dan daya beli masyarakat lapis bawah yang sensitif terhadap harga eceran. Pergerakan turun ini sejalan dengan tren pelemahan beruntun di tingkat farm gate (livebird).

Sumber: Laporan harian PIHPS dikutip via ANTARA News.


Perkiraan Pasar & Langkah Taktis Peternak

Dengan proyeksi surplus 5,15 juta ton (produksi) vs 4,02 juta ton (konsumsi) dari Kementan, bayang-bayang kelebihan pasokan di kandang kemungkinan besar akan terus mewarnai penentuan harga livebird di sisa tahun 2026 ini, kecuali ada gebrakan serapan masif dari program institusional (seperti MBG).

Rekomendasi Taktis

  1. Jawa: Pertahankan Momentum. Harga yang merangkak naik (walau lambat) harus dikawal ketat dengan kedisiplinan umur panen. Jangan tergiur menahan ayam melebihi usia 32 hari jika konversi pakan tidak lagi ekonomis.
  2. Kaltim: Evaluasi Ulang Rencana Populasi. Jatuhnya harga hingga Rp 4.000/kg dalam 2 minggu memerlukan rem darurat pada perhitungan chick-in DOC putaran berikutnya sampai harga kembali stabil di atas Rp 26.000.
  3. Persiapan Ekstrem Cuaca. El Niño +2,51 bukanlah angka main-main. Pastikan pompa air artesis cadangan berfungsi dan cooling pad bersih dari sumbatan mineral sebelum gelombang panas harian membunuh ayam usia besar yang siap tangkap.

Disclaimer: Catatan ini sekadar rujukan dari jejaring informasi pasar InfoBroiler dan bukan jaminan harga pasti di masa mendatang. Silakan baca halaman Penafian untuk rincian lengkapnya.


Metodologi dan Sumber Data

Aspek Keterangan
Sumber Data Primer Database InfoBroiler — tabel price_reports (85 data point/hari)
Periode Cakupan 15 - 21 September 2026 (7 hari perdagangan)
Cakupan Wilayah 22+ sentra produksi unggas di seluruh Indonesia
Jenis Harga Harga farm gate (tingkat peternak/kandang), bukan harga pasar tradisional
Akses Data Lengkap Riwayat Harga Ayam Broiler — InfoBroiler

Referensi Terverifikasi (15-21 September 2026)

Lembaga / Fakta Tautan Referensi
Kementan: Proyeksi Surplus 5,15 Jt Ton Ditjen PKH Kementan (18 Sept)
Kementan: Pengendalian Surveilans ND BPMSPH Kementan (18 Sept)
BGN: Realisasi Anggaran MBG 63,89% Badan Gizi Nasional (17 Sept)
BMKG: El Niño Sangat Kuat Stasiun Klimatologi Lampung
Bank Indonesia: Kurs Referensi JISDOR JISDOR Bank Indonesia
Asosiasi (GOPAN): Pembangunan Rantai Pasok Poultry Indonesia (17 Sept)

Catatan Validitas: Data harga dalam ulasan ini adalah fakta harian tingkat kandang (farm gate) yang dihimpun dari database pasar, bukan data resmi pemerintah. Adapun kebijakan, cuaca, dan data harga eceran sepenuhnya bersumber dari tautan resmi di atas.

Tanya Jawab Seputar Harga Ayam (FAQ)

Mengapa harga ayam broiler terus turun selama 7 hari berturut-turut?

Tren penurunan (pola staircase) minggu ini banyak didorong oleh anjloknya harga di sentra Luar Jawa (Sumatera dan Kalimantan Timur) hingga Rp 1.000 - 2.000/kg. Penurunan serempak di wilayah tersebut menyeret rata-rata nasional turun, meski sentra di Pulau Jawa sebenarnya mengalami sedikit penguatan sebesar Rp 500/kg. Kementan juga mencatat ketersediaan produksi secara makro sangat tinggi.

Apakah pasokan ayam broiler tahun 2026 ini benar-benar berlebih (surplus)?

Ya, berdasarkan proyeksi resmi dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan pada 18 September 2026, produksi nasional diproyeksikan surplus besar. Ketersediaan diperkirakan 5,15 juta ton sementara konsumsi hanya 4,02 juta ton. Hal ini menjadi alasan utama pemerintah dan asosiasi (seperti GOPAN) sangat berharap pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan langkah hilirisasi.

Apa pengaruh El Niño terhadap performa ayam potong di kandang saat ini?

Data terbaru BMKG pada minggu ketiga September menunjukkan Indeks Niño 3.4 berada di level +2,51 (kategori El Niño Sangat Kuat). Panas dan cuaca kering ekstrem sangat memengaruhi iklim mikro kandang, terutama untuk ayam umur panen. Suhu tinggi memperbesar risiko *heat stress*, menurunkan *feed intake* (jumlah makan), serta membuat manajemen air bersih (suhu air yang tidak panas) menjadi tantangan kritis.