Logo InfoBroilerInfoBroiler
Diperbarui: Jumat, 18 September 2026 • 19.44 WIB
Semua Provinsi6 Kabupaten/Kota

Harga Daging Ayam Karkas DKI Jakarta Hari Ini

Rincian lengkap harga daging karkas di pasar eceran konsumen per kabupaten/kota di DKI Jakarta per Jumat, 18 September 2026 yang dikomparasikan dengan patokan harga ayam hidup kandang peternak InfoBroiler.

Jadwal Rilis Resmi Pemerintah: Data karkas pasar diperbarui bertahap setiap hari kerja (Senin – Jumat, pukul 11.30 – 14.00 WIB) mengikuti laporan resmi SP2KP Kemendag RI. Pada akhir pekan & hari libur, data mengacu pada rilis resmi penutupan terakhir.

TERTINGGI DI DKI
Rp 40.500/kg

Kota Jakarta Barat

Harga Pasar Tertinggi
TERENDAH DI DKI
Rp 38.500/kg

Kota Jakarta Utara

Harga Pasar Terendah
RATA-RATA PROVINSI
Rp 39.333/kg

Rerata 6 Kab/Kota

Tingkat Pengecer DKI Jakarta
RATA-RATA MARGIN
Rp 13.833/kg

Disparitas Pasar vs Kandang

Margin Rantai Distribusi

Tabel Disparitas Karkas se-DKI Jakarta

Menampilkan seluruh 6 kabupaten dan kota di wilayah DKI Jakarta.

Kabupaten / KotaKarkas PasarLivebird KandangMargin DisparitasStatus Data
Kab. Kepulauan Seribu
Kode BPS: 3101
Rp 38.500/kg
Rp 25.500/kg
Rp 13.000Acuan Terakhir
Kota Jakarta Selatan
Kode BPS: 3171
Rp 39.000/kg
Rp 25.500/kg
Rp 13.500Acuan Terakhir
Kota Jakarta Timur
Kode BPS: 3172
Rp 39.500/kg
Rp 25.500/kg
Rp 14.000Acuan Terakhir
Kota Jakarta Pusat
Kode BPS: 3173
Rp 40.000/kg
Rp 25.500/kg
Rp 14.500Acuan Terakhir
Kota Jakarta Barat
Kode BPS: 3174
Rp 40.500/kg
Rp 25.500/kg
Rp 15.000Acuan Terakhir
Kota Jakarta Utara
Kode BPS: 3175
Rp 38.500/kg
Rp 25.500/kg
Rp 13.000Acuan Terakhir
Data Peternak Kandang

Lihat Harga Ayam Broiler (Livebird) DKI Jakarta

Cek pergerakan harga ayam broiler hidup timbang kandang harian per bobot panen (BW) khusus wilayah DKI Jakarta.

Lihat Livebird DKI Jakarta

Market Insight Karkas Ayam Ras DKI Jakarta: Pasar Urban dan Distribusi Jabodetabek

Pasar karkas ayam ras DKI Jakarta memiliki karakter yang sangat urban dengan kepadatan konsumen tinggi dan ketergantungan kuat pada jaringan pasokan Jabodetabek. Jakarta bukan sentra produksi ayam hidup dalam skala yang sebanding dengan kebutuhan konsumsinya, sehingga pasokan berasal dari wilayah penyangga dan sentra produksi di luar provinsi. Pasar tradisional menjadi kanal penting bagi rumah tangga, warung, pedagang makanan, katering, dan usaha kuliner. Di saat yang sama, restoran dan sektor jasa makanan menciptakan kebutuhan dengan volume serta spesifikasi yang berbeda. Pengiriman menuju pasar menghadapi tantangan kepadatan lalu lintas dan keterbatasan waktu distribusi. Karena itu, lokasi fasilitas pemotongan dan kedekatannya dengan pasar dapat memengaruhi biaya secara signifikan. Dalam konteks Jakarta, efisiensi last-mile distribution menjadi bagian utama dari pembentukan harga karkas.

Selisih harga livebird dan karkas di Jakarta dipengaruhi oleh biaya konversi, distribusi metropolitan, dan pengelolaan produk segar. Setelah ayam hidup dipotong, biaya tenaga kerja, sanitasi, air, energi, pengemasan, rendemen, dan pendinginan harus diperhitungkan. Produk kemudian dikirim ke pasar dengan kebutuhan waktu yang ketat. Meskipun jarak fisik antara fasilitas potong dan pasar tidak selalu jauh, kemacetan dapat memperpanjang waktu perjalanan dan meningkatkan kebutuhan penanganan. Pedagang juga menghadapi risiko produk tidak habis terjual pada hari yang sama. Karena itu, margin tidak dapat dihitung hanya dari selisih harga eceran dengan harga livebird. Analisis perlu memasukkan biaya penyusutan, transportasi, pendinginan, frekuensi pengiriman, dan jumlah titik distribusi. Struktur biaya tersebut menjelaskan mengapa harga karkas di Jakarta dapat berbeda dari daerah sumber meskipun selisih jaraknya secara geografis relatif pendek.

Permintaan Jakarta berasal dari kombinasi rumah tangga, pusat kuliner, usaha katering, restoran, hotel, dan aktivitas jasa yang sangat padat. Struktur konsumen tersebut menciptakan kebutuhan terhadap karkas utuh sekaligus potongan dengan spesifikasi tertentu. Pasar tradisional tetap menjadi titik penting karena mampu menjangkau konsumen dalam skala pembelian harian. Hubungan Jakarta dengan Jawa Barat dan Banten membuat perubahan pasokan regional dapat memengaruhi pasar lokal. Distribusi karenanya harus dikelola sebagai ekosistem metropolitan yang saling terhubung. Market insight DKI Jakarta lebih tepat menempatkan provinsi ini sebagai pusat konsumsi yang bergantung pada rantai pasok regional. Harga pasar mencerminkan interaksi antara pasokan dari daerah penyangga, biaya pemotongan, kemacetan, kebutuhan rantai dingin, dan intensitas permintaan urban.

Pertanyaan Seputar Harga Karkas di DKI Jakarta

Jawaban ringkas atas pertanyaan umum mengenai pasokan dan harga karkas ayam ras setempat.

Berapa harga rata-rata daging ayam karkas di DKI Jakarta hari ini?

Berdasarkan pantauan harga pasar tradisional seluruh DKI Jakarta hari ini, rata-rata harga daging ayam ras (karkas) adalah Rp 39.333/kg.

Kabupaten/kota mana dengan harga karkas tertinggi di DKI Jakarta?

Harga eceran tertinggi untuk daging ayam karkas hari ini terpantau di Kota Jakarta Barat pada kisaran Rp 40.500/kg.

Kapan informasi rilis harga harian karkas di DKI Jakarta diperbarui?

Data harga karkas ayam ras untuk wilayah DKI Jakarta diperbarui setiap hari kerja mengikuti jadwal pemantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan RI.

Mengapa pada kabupaten/kota tertentu harga livebird dan margin disparitas bertanda strip ("—")?

Tanda strip ("—") menandakan wilayah tersebut tidak memiliki peternakan broiler komersial mandiri dengan lelang ayam hidup harian (terutama di daerah kepulauan atau pedalaman). Pasokan daging ayam umumnya didatangkan dalam bentuk karkas beku kiriman antarpulau dari sentra produksi lain, sehingga tidak terdapat data transaksi ayam hidup (livebird) di tingkat kandang lokal.

Apa arti status "Resmi SP2KP" dan "Acuan Terakhir" pada tabel DKI Jakarta?

Status "Resmi SP2KP" (badge hijau) berarti data bersumber dari survei pasar riil harian yang dirilis SP2KP Kemendag RI pada hari kerja aktif. Sementara status "Acuan Terakhir" (badge abu-abu) digunakan untuk kabupaten/kota yang belum ada input survei harian baru pada tanggal tersebut, sehingga sistem menggunakan data acuan valid terakhir agar seluruh wilayah tetap memiliki referensi harga.