Logo InfoBroilerInfoBroiler
Diperbarui: Jumat, 18 September 2026 • 19.44 WIB
Semua Provinsi9 Kabupaten/Kota

Harga Daging Ayam Karkas Bali Hari Ini

Rincian lengkap harga daging karkas di pasar eceran konsumen per kabupaten/kota di Bali per Jumat, 18 September 2026 yang dikomparasikan dengan patokan harga ayam hidup kandang peternak InfoBroiler.

Jadwal Rilis Resmi Pemerintah: Data karkas pasar diperbarui bertahap setiap hari kerja (Senin – Jumat, pukul 11.30 – 14.00 WIB) mengikuti laporan resmi SP2KP Kemendag RI. Pada akhir pekan & hari libur, data mengacu pada rilis resmi penutupan terakhir.

TERTINGGI DI BALI
Rp 43.000/kg

Kab. Klungkung

Harga Pasar Tertinggi
TERENDAH DI BALI
Rp 41.000/kg

Kab. Bangli

Harga Pasar Terendah
RATA-RATA PROVINSI
Rp 41.889/kg

Rerata 9 Kab/Kota

Tingkat Pengecer Bali
RATA-RATA MARGIN
Rp 16.389/kg

Disparitas Pasar vs Kandang

Margin Rantai Distribusi

Tabel Disparitas Karkas se-Bali

Menampilkan seluruh 9 kabupaten dan kota di wilayah Bali.

Kabupaten / KotaKarkas PasarLivebird KandangMargin DisparitasStatus Data
Kab. Jembrana
Kode BPS: 5101
Rp 41.000/kg
Rp 25.500/kg
Rp 15.500Acuan Terakhir
Kab. Tabanan
Kode BPS: 5102
Rp 41.500/kg
Rp 25.500/kg
Rp 16.000Acuan Terakhir
Kab. Badung
Kode BPS: 5103
Rp 42.000/kg
Rp 25.500/kg
Rp 16.500Acuan Terakhir
Kab. Gianyar
Kode BPS: 5104
Rp 42.500/kg
Rp 25.500/kg
Rp 17.000Acuan Terakhir
Kab. Klungkung
Kode BPS: 5105
Rp 43.000/kg
Rp 25.500/kg
Rp 17.500Acuan Terakhir
Kab. Bangli
Kode BPS: 5106
Rp 41.000/kg
Rp 25.500/kg
Rp 15.500Acuan Terakhir
Kab. Karang Asem
Kode BPS: 5107
Rp 41.500/kg
Rp 25.500/kg
Rp 16.000Acuan Terakhir
Kab. Buleleng
Kode BPS: 5108
Rp 42.000/kg
Rp 25.500/kg
Rp 16.500Acuan Terakhir
Kota Denpasar
Kode BPS: 5171
Rp 42.500/kg
Rp 25.500/kg
Rp 17.000Acuan Terakhir
Data Peternak Kandang

Lihat Harga Ayam Broiler (Livebird) Bali

Cek pergerakan harga ayam broiler hidup timbang kandang harian per bobot panen (BW) khusus wilayah Bali.

Lihat Livebird Bali

Market Insight Karkas Ayam Ras Bali: Pariwisata, HOREKA, dan Pasar Tradisional

Pasar karkas ayam ras Bali memiliki karakter khusus karena konsumsi rumah tangga berjalan berdampingan dengan ekonomi pariwisata. Denpasar dan Badung menjadi pusat kegiatan ekonomi dan permintaan, sementara Gianyar serta kabupaten lain memiliki kombinasi pasar lokal dan wisata. Pasar tradisional tetap penting bagi rumah tangga dan pedagang harian, tetapi hotel, restoran, katering, dan usaha kuliner menambah kebutuhan dari sektor HOREKA. Produk karkas untuk pelanggan tersebut dapat memiliki tuntutan berbeda terkait ukuran, spesifikasi, dan jadwal pasokan. Bali juga merupakan pasar pulau sehingga arus produk dengan Jawa melalui jalur penyeberangan menjadi bagian dari jaringan pasok. Karena itu, ketersediaan karkas tidak hanya ditentukan produksi lokal. Kelancaran transportasi, kapasitas fasilitas potong, dan kemampuan mempertahankan mutu selama perjalanan menjadi faktor utama dalam pembentukan harga.

Hubungan livebird dan karkas Bali dipengaruhi oleh biaya pemotongan, rendemen, pengemasan, pendinginan, dan distribusi pulau. Setelah ayam hidup diproses, biaya tenaga kerja, sanitasi, air, energi, dan penanganan pascapotong harus diperhitungkan. Jika sumber ayam berasal dari luar Bali, ada biaya transportasi sebelum pemotongan. Jika produk dikirim setelah pemotongan, kebutuhan rantai dingin dan waktu distribusi menjadi lebih penting. Pasar yang dekat dengan fasilitas potong memiliki struktur biaya berbeda dari pasar wisata yang menerima kiriman dari lokasi lebih jauh. Karena itu, disparitas livebird dan karkas tidak tepat dianggap sebagai margin tetap. Perhitungannya harus menggunakan bobot karkas setelah rendemen serta biaya nyata untuk pemotongan, kemasan, pendinginan, transportasi, dan susut. Harga akhir terbentuk dari seluruh tahapan tersebut sebelum margin pedagang ditambahkan.

Bali memiliki permintaan yang dipengaruhi pariwisata, perhotelan, restoran, kegiatan masyarakat, serta konsumsi rumah tangga. Badung dan Denpasar cenderung memiliki kebutuhan lebih urban, sedangkan daerah lain mempunyai kombinasi konsumsi lokal dan wisata. Aktivitas wisata dapat meningkatkan kebutuhan di HOREKA, tetapi pasar tradisional tetap berfungsi sebagai saluran konsumsi harian. Jalur Gilimanuk menjadi penghubung penting dengan Jawa, sehingga biaya transportasi dan ketepatan jadwal dapat memengaruhi distribusi. Fasilitas pendinginan membantu menjaga kualitas produk selama perjalanan, tetapi kebutuhan energi ikut masuk ke struktur biaya. Market insight Bali perlu melihat hubungan pasar lokal, ekonomi wisata, dan logistik antarpulau secara bersamaan. Perubahan harga karkas dapat terjadi karena sumber pasokan, permintaan wisata, biaya transportasi, dan biaya pemotongan bergerak dengan pola yang berbeda.

Pertanyaan Seputar Harga Karkas di Bali

Jawaban ringkas atas pertanyaan umum mengenai pasokan dan harga karkas ayam ras setempat.

Berapa harga rata-rata daging ayam karkas di Bali hari ini?

Berdasarkan pantauan harga pasar tradisional seluruh Bali hari ini, rata-rata harga daging ayam ras (karkas) adalah Rp 41.889/kg.

Kabupaten/kota mana dengan harga karkas tertinggi di Bali?

Harga eceran tertinggi untuk daging ayam karkas hari ini terpantau di Kab. Klungkung pada kisaran Rp 43.000/kg.

Kapan informasi rilis harga harian karkas di Bali diperbarui?

Data harga karkas ayam ras untuk wilayah Bali diperbarui setiap hari kerja mengikuti jadwal pemantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan RI.

Mengapa pada kabupaten/kota tertentu harga livebird dan margin disparitas bertanda strip ("—")?

Tanda strip ("—") menandakan wilayah tersebut tidak memiliki peternakan broiler komersial mandiri dengan lelang ayam hidup harian (terutama di daerah kepulauan atau pedalaman). Pasokan daging ayam umumnya didatangkan dalam bentuk karkas beku kiriman antarpulau dari sentra produksi lain, sehingga tidak terdapat data transaksi ayam hidup (livebird) di tingkat kandang lokal.

Apa arti status "Resmi SP2KP" dan "Acuan Terakhir" pada tabel Bali?

Status "Resmi SP2KP" (badge hijau) berarti data bersumber dari survei pasar riil harian yang dirilis SP2KP Kemendag RI pada hari kerja aktif. Sementara status "Acuan Terakhir" (badge abu-abu) digunakan untuk kabupaten/kota yang belum ada input survei harian baru pada tanggal tersebut, sehingga sistem menggunakan data acuan valid terakhir agar seluruh wilayah tetap memiliki referensi harga.